-->

Iklan

Advertise with Anonymous Ads"/>

Keberadaan TKA Asal Tiongkok di Kawasan Sei Binti Dipertanyakan, Warga Soroti Dokumen dan Izin Perusahaan

Fir Conet
Saturday, January 24, 2026, January 24, 2026 WIB Last Updated 2026-01-25T02:23:06Z



PORTALBUANA.ASIA, BATAM — Keberadaan lima orang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di kawasan Sei Binti, Pelabuhan Sagulung, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, menuai tanda tanya dari masyarakat sekitar. Pasalnya, hingga kini dokumen keimigrasian dan perizinan kerja para pekerja asing tersebut belum dapat dipastikan secara terbuka. (23/1/2026)


Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, aktivitas pembangunan konstruksi tampak berjalan dengan melibatkan lima orang tenaga kerja asal Tiongkok dan sekitar tiga orang pekerja lokal. Namun, di area proyek tidak ditemukan papan plang perusahaan yang memuat informasi resmi, seperti nama PT pelaksana pembangunan maupun perusahaan yang sedang beroperasi di lokasi tersebut.


Kondisi ini memicu keresahan warga sekitar. Torus, salah seorang warga yang memiliki usaha warung di dekat lokasi proyek, mengaku tidak mengetahui secara pasti dokumen yang dimiliki para tenaga kerja asing tersebut.


“Kalau soal dokumen kami kurang tahu, Pak. Yang jelas, pembangunan ini memang dikerjakan oleh tenaga kerja Tiongkok. Mereka tidak bisa berbahasa Indonesia. Katanya bos mereka juga dari Tiongkok, dan material bangunan sepertinya didatangkan dari sana semua,” ungkap Torus saat ditemui di lokasi.


Ia juga menyoroti minimnya keterbukaan pihak perusahaan. Menurutnya, tidak adanya papan nama perusahaan menunjukkan kurangnya transparansi, sehingga pemerintah seharusnya turun tangan melakukan pengecekan.


“PT ini terkesan tertutup, plang perusahaan saja tidak ada. Seharusnya pemerintah melakukan pengecekan, baik terkait izin bangunan maupun izin tenaga kerjanya. Apalagi kalau ini melibatkan penanam modal asing, tentu harus jelas izinnya,” lanjutnya.


Torus menambahkan, berdasarkan penelusuran melalui internet, lokasi tersebut diduga berkaitan dengan PT Derap Bersama Abadi dan PT Cakrawala Metal Jaya. Namun, hingga kini tidak ada plang resmi yang terpasang di area proyek. Sementara itu, untuk bangunan lain yang telah selesai dibangun di sekitar lokasi, diketahui disewa oleh PT Esun Internasional yang disebut memiliki seorang penerjemah bahasa.


Sementara itu, Marsel, yang disebut sebagai penerjemah bahasa, saat dihubungi awak media membenarkan adanya tenaga kerja asal Tiongkok di lokasi tersebut.


“Iya bang, dokumennya lengkap semua,” ujar Marsel singkat.


Namun, ketika ditanya lebih lanjut terkait jenis visa dan izin kerja yang digunakan para tenaga kerja asing tersebut, Marsel hanya menjawab bahwa pengacara perusahaan akan menghubungi awak media. Hingga berita ini diterbitkan, Marsel belum memberikan kontak pengacara perusahaan dan belum ada penjelasan resmi dari pihak perusahaan terkait dokumen keimigrasian maupun izin kerja para tenaga kerja asing asal Tiongkok tersebut.


Masyarakat berharap instansi terkait, baik dari pemerintah daerah maupun pihak imigrasi dan ketenagakerjaan, dapat segera melakukan pengecekan agar aktivitas pembangunan di kawasan tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Komentar

Tampilkan

  • Keberadaan TKA Asal Tiongkok di Kawasan Sei Binti Dipertanyakan, Warga Soroti Dokumen dan Izin Perusahaan
  • 0

Terkini