GENCARNEWS.COM, BATAM – Dugaan praktik pemalsuan data dalam proses penerimaan tiga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di SMA Negeri 5 Batam mencuat ke publik. Kasus ini rencananya akan segera dilaporkan ke Polda Kepulauan Riau untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Rencana pelaporan tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Ormas Bidik Kepri, M Sandi. Ia menegaskan, pihaknya telah mengantongi sejumlah informasi awal serta kesiapan saksi yang akan memperkuat laporan tersebut.
Sandi menyebutkan, langkah ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pihaknya juga pernah melaporkan kasus serupa terkait dugaan pemalsuan data di lingkungan Kementerian Agama Kota Batam ke Subdit 3 Krimsus Polda Kepri.
Menurutnya, apabila dugaan pemalsuan data tersebut terbukti benar, maka tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius yang harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
“Untuk memastikan kebenaran dari informasi yang beredar, tentu menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Kami sebagai bagian dari kontrol sosial hanya menjalankan fungsi pelaporan,” ujar M Sandi kepada wartawan, Kamis (30/4/2026).
Ia juga menambahkan, adanya pihak-pihak yang siap memberikan keterangan sebagai saksi semakin menguatkan rencana pelaporan tersebut.
“Dengan adanya saksi yang siap memberikan keterangan, laporan ini akan segera kami ajukan ke Polda Kepri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Sandi menilai bahwa jika dugaan ini benar terjadi, maka tindakan tersebut tidak hanya mencederai prinsip keadilan, tetapi juga merampas hak individu lain yang seharusnya lebih layak untuk mendapatkan status PPPK.
“Jika benar ada pemalsuan data dalam seleksi PPPK, maka itu sangat merugikan pihak yang berhak. Hak mereka seolah dirampas oleh praktik yang tidak jujur,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti dampak yang lebih luas, di mana tindakan tersebut dinilai dapat merugikan negara, baik dari sisi keuangan maupun kualitas sumber daya manusia dalam birokrasi.
“Selain merugikan individu yang lebih berhak, praktik seperti ini juga berdampak pada kualitas birokrasi dan berpotensi merugikan negara secara finansial,” pungkasnya. (Tim)

0 Comments