-->

Gas Subsidi 3 Kg di Kerinci–Sungai Penuh Dijual hingga Rp35 Ribu, Warga Pertanyakan Lemahnya Pengawasan



GENCARNEWS.COM, JAMBI – Persoalan mahalnya harga LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali dikeluhkan masyarakat. Meski program subsidi ini diperuntukkan bagi warga berpenghasilan rendah, harga jual di tingkat pengecer justru terus melambung dan berlangsung selama bertahun-tahun tanpa penindakan yang dinilai tegas.

Berdasarkan Keputusan Gubernur Jambi Nomor 241/KEP.GUB/SETDA.PRKM-2.3/2021, Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG subsidi 3 kilogram di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh ditetapkan sebesar Rp20.000 per tabung. Namun, fakta di lapangan menunjukkan harga jual berkisar antara Rp28.000 hingga Rp35.000 per tabung, terutama di wilayah Kota Sungai Penuh, Siulak, dan Keliling Danau.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku telah menyampaikan keluhan tersebut kepada media dan LSM GP2AM. Namun hingga kini, gas subsidi masih dijual bebas di berbagai warung dengan harga jauh di atas HET tanpa adanya tindakan yang dirasakan masyarakat.

Ketua LSM GP2AM, Hendri Wijaya, mendesak Pemerintah Daerah serta DPRD Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh agar segera mengambil langkah tegas. Menurutnya, agen, pangkalan, maupun penyalur yang tidak menyalurkan LPG subsidi sesuai ketentuan, termasuk pihak yang menjual di atas HET, harus diberikan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan.

Keluhan serupa juga disampaikan masyarakat yang menilai pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi masih lemah. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani ekonomi warga kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat program subsidi pemerintah.

Masyarakat bersama LSM GP2AM juga meminta aparat penegak hukum, termasuk Kapolda Jambi dan Kapolres Kerinci, turun tangan menertibkan praktik penjualan LPG subsidi yang diduga tidak sesuai aturan. Mereka berharap penjualan tanpa izin resmi maupun dengan harga melebihi HET dapat ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Warga menilai penyimpangan distribusi dan harga LPG subsidi tidak hanya merugikan masyarakat berpenghasilan rendah, tetapi juga bertentangan dengan tujuan pemerintah menghadirkan subsidi sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat.

0 Comments