GENCARNEWS.COM, KERINCI — Sanggar Seni Melati menggelar Pergelaran Karya Kreatif dan Inovatif bertajuk “Ketuk dan Bunyi Harmoni Masa Depan Sike”, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya melestarikan sekaligus mengembangkan seni tradisi Sike di tengah perkembangan zaman.
Pergelaran tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan terlibat langsung dalam pengembangan seni tradisi Kerinci. Melalui pendekatan kreatif dan inovatif, seni Sike diharapkan tetap hidup serta mampu diwariskan kepada generasi berikutnya.
Sanggar Seni Melati merupakan bagian dari program kebudayaan yang mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, LPDP, dan Dana Indonesiana. Dukungan tersebut menjadi salah satu upaya dalam membuka ruang bagi pelaku seni dan generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal.
Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Kerinci atau yang mewakili, Forkopimda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Sekdis Kesbangpol Kabupaten Kerinci, Camat Air Hangat Timur, para kepala desa dan Ketua BPD dari enam desa Kemantan, lembaga adat, tokoh masyarakat, pemuda-pemudi Kemantan, seniman dan budayawan, maestro, peserta, serta masyarakat dan penonton.
Sekitar 50 peserta, yang terdiri dari generasi muda dan pelaku seni, terlibat dalam proses kegiatan. Para peserta mendapat pendampingan langsung dari Sutriatman selaku Maestro Sike, yang memberikan pengetahuan, pengalaman, serta pemahaman mengenai seni tradisi Sike.
Sike merupakan salah satu seni tradisi masyarakat Kerinci yang memiliki karakter khas, terutama pada bunyi dan syairnya yang melengking tinggi. Seni ini tidak hanya menjadi bagian dari ekspresi budaya masyarakat, tetapi juga menyimpan nilai-nilai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Melalui pergelaran “Ketuk dan Bunyi Harmoni Masa Depan Sike”, tradisi tersebut dikembangkan dalam bentuk karya kreatif dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian penting dari proses pelestariannya.
Ketua Sanggar Seni Melati, Yosan Pelaudia, mengatakan bahwa keberlangsungan budaya sangat bergantung pada keterlibatan generasi muda.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga apa yang sudah ada, tetapi juga bagaimana generasi muda mau mengenal, mempelajari, mencintai, dan mengembangkan seni tradisi tersebut,” ujarnya.
Pergelaran ini menjadi ruang pertemuan antara generasi muda, seniman, maestro, tokoh adat, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan seni tradisi Sike sekaligus membuka ruang lahirnya karya-karya baru yang tetap berakar pada nilai dan identitas budaya Kerinci.
Dengan dukungan berbagai pihak, Sanggar Seni Melati berkomitmen untuk terus menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan seni tradisi Kerinci kepada generasi masa kini dan generasi mendatang.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya membuat seni Sike tetap bertahan sebagai warisan budaya, tetapi juga memberikan ruang bagi generasi muda untuk menjadi bagian dari perjalanan dan keberlanjutan seni tradisi Kerinci.

0 Comments