GENCARNEWS.COM, SUNGAI PENUH. Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran wabah penyakit demam berdarah dengue (DBD) terlebih sekarang mulai musim penghujan. Saat ini di Kota Sungai Penuh kasus penyakit DBD sedang melonjak, data dari dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh hanya dalam waktu dua bulan (september-oktober) sudah 31 sudah terdapat kasus DBD.
Berdasarkan pengakuan Azwarman Plt. Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, berawal dari bulan Mei 2022, terdeteksi kasus DBD dan setiap bulan terdapat peningkatan kasus DBD, puncaknya di bulan September dan Oktober ini DBD di Kota Sungai Penuh mengalami lonjakan drastis.
"Di bulan Mei kami baru mendeteksi satu kasus DBD, bulan berikutnya mengalami peningkatan kasus DBD, puncaknya dua bulan terakhir ini, berdasarkan laporan dari setiap puskesmas sudah terdapat 31 kasus DBD, dengan meningkatnya kasus DBD kami Dinas Kesehatan meminta kepada masyarakat untuk lebih lebih berhati hati serta menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan di sekitarnya.," jelas Azwarman.
Sementara terkait tingginya lonjakan kasus DBD,Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor 443.2/790/Dinkes3.2/IX/2022. tanggal 22 September 2022 perihal Kewaspadaan Kejadian Demam Berdarah Dengue. Surat Edaran ini di tujukan kepada Camat, Kepala Puskesmas, Kepala Desa atau Lurah dalam lingkup Kota Sungai Penuh.
Walikota meminta supaya meningkatkan kewaspadaan dini terhadap penyakit DBD dengan melakukan Surveilans Aktif, meningkatkan pemantauan jentik berkala (PJB) di rumah tangga, sekolah, instansi, tempat-tempat umunserta tempat pengolahan makanan. Walikota jugameminta supaya menggalakkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melaluikegiatan Jum'at bersih.
Dalam Surat Edarannya walikota Ahmadi Zubir juga meminta mensosialisasikan 4M Plus yaitu Menguraa dan menyikat tempat penampuang air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air, mengubur dan menimbun barang-barang bekas yang bisa menampung air, memantau jentik pada penampungan air serta Plus memperbaikin saluran yang tersumbat. (H S)
"/>


