-->

Diduga Jadi Basis Distribusi Solar Ilegal, Aktivitas "Pelabuhan Tikus" di Sagulung Kembali Disorot Publik

 



GENCARNEWS.COM, BATAM, Kepulauan Riau – Dugaan praktik distribusi dan penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar secara ilegal kembali mencuat di Kota Batam. Sebuah lokasi yang berada di Jalan Dapur 12, Kavling Melati, Kelurahan Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, diduga menjadi pusat aktivitas keluar-masuk BBM solar yang berlangsung secara tertutup dan jauh dari pengawasan publik.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan

, kawasan tersebut tampak tertutup rapat oleh pagar seng berukuran tinggi yang menghalangi pandangan dari luar. Meski demikian, aktivitas kendaraan pengangkut BBM terlihat berlangsung cukup intens. Yang menjadi sorotan, di lokasi tersebut tidak ditemukan papan nama perusahaan, identitas badan usaha, maupun informasi perizinan operasional sebagaimana lazimnya sebuah usaha resmi yang bergerak di bidang distribusi energi.

Pada Kamis, 23 April 2026, tim media melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang dimaksud. Dalam pengamatan tersebut, terlihat satu unit truk tangki berwarna biru putih bertuliskan "Solar Industri" dengan nomor polisi BP 8736 memasuki area yang dipagari seng hitam. Kendaraan tersebut melintas dengan leluasa tanpa hambatan, menimbulkan dugaan bahwa aktivitas distribusi maupun penyimpanan BBM di lokasi itu telah berlangsung secara rutin dan terorganisir.

Kondisi tersebut semakin mengundang tanda tanya setelah tim media menghimpun keterangan dari sejumlah warga sekitar. Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku sudah lama melihat aktivitas kendaraan tangki keluar masuk kawasan tersebut.

"Sudah cukup lama berlangsung. Hampir setiap hari mobil-mobil besar masuk ke area itu. Bahkan tidak jarang aktivitas dilakukan hingga malam hari," ungkapnya.

Menurut warga, aktivitas di lokasi tersebut justru terlihat semakin ramai di tengah kondisi pasokan solar yang kerap dikeluhkan masyarakat. Situasi ini menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan terkait asal-usul maupun tujuan distribusi BBM yang dilakukan dari kawasan tersebut.

"Kalau masyarakat sedang kesulitan mendapatkan solar, di sana aktivitasnya tetap berjalan lancar. Bahkan beberapa kali terlihat ada kendaraan yang melakukan pengisian langsung ke kapal-kapal yang bersandar di sekitar kawasan itu," tambahnya.

Keterangan warga tersebut tentu memerlukan pembuktian lebih lanjut oleh aparat penegak hukum dan instansi terkait. Namun, informasi yang berkembang di tengah masyarakat telah menimbulkan keresahan serta mendorong harapan agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap aktivitas yang berlangsung di lokasi tersebut.

Warga berharap aparat penegak hukum tidak menutup mata terhadap dugaan praktik yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat. Mereka meminta adanya investigasi mendalam guna memastikan apakah aktivitas tersebut telah memenuhi seluruh ketentuan hukum yang berlaku atau justru menjadi bagian dari praktik distribusi BBM ilegal yang selama ini sulit tersentuh penegakan hukum.

Sebagai pilar kontrol sosial, media memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi kepada publik secara objektif, berimbang, dan berdasarkan fakta yang ditemukan di lapangan. Temuan ini menjadi perhatian serius mengingat sektor distribusi BBM merupakan sektor strategis yang diawasi secara ketat oleh negara demi menjamin ketersediaan energi dan mencegah penyalahgunaan.

Masyarakat kini menunggu langkah konkret dari aparat kepolisian, instansi pengawas migas, serta pihak berwenang lainnya untuk melakukan penelusuran dan verifikasi terhadap aktivitas yang terjadi di kawasan tersebut. Transparansi dan keterbukaan dalam proses penanganan sangat diperlukan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum, masyarakat berharap tindakan tegas dapat dilakukan tanpa pandang bulu. Penegakan hukum yang profesional dan transparan diyakini menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa pengelolaan BBM di daerah berjalan sesuai aturan yang berlaku.

0 Comments