GENCARNEWS.COM,BATAM– Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang biasanya identik dengan aksi unjuk rasa, tahun ini di Kota Batam justru diwarnai dengan kegiatan penuh makna dan kepedulian terhadap lingkungan. Ribuan buruh yang tergabung dalam DPD FSP LEM SPSI Kepulauan Riau dan DPC FSP LEM SPSI Kota Batam menggelar aksi bersih-bersih sampah di berbagai wilayah kota, Kamis (1/5/2026).
Aksi sosial tersebut dimulai sejak pukul 07.00 WIB dan tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Sei Beduk, Sagulung, Batu Aji, Bengkong, Batu Ampar, dan Lubuk Baja. Kegiatan kemudian dipusatkan di Alun-Alun Engku Putri sebagai titik akhir pengumpulan sampah.
Dengan semangat gotong royong, ribuan buruh turun langsung ke lapangan memungut dan mengangkut sampah. Tercatat, sekitar 60 ton sampah berhasil dikumpulkan dan diangkut menggunakan kurang lebih 60 unit kendaraan operasional.
Pelepasan armada pengangkut sampah dilakukan langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, yang turut didampingi Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Candra. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI Rizki Faisal, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, perwakilan Binda Kepri, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif para buruh yang dinilai mampu menghadirkan wajah berbeda dalam peringatan Hari Buruh.
“Aksi yang dilakukan oleh FSP LEM SPSI ini sangat luar biasa. Mereka mampu menyatukan semangat aktivis buruh dengan para pemangku kepentingan untuk kepentingan masyarakat luas,” ujar Amsakar.
Ia juga menilai bahwa buruh yang tergabung dalam SPSI di Batam merupakan kelompok pekerja yang memiliki pola pikir positif dan konstruktif dalam membangun daerah.
“Di mata kami, SPSI di Batam adalah representasi buruh yang tidak hanya memperjuangkan hak, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan dan kemajuan daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepri, Syaiful Badri Sofyan, S.H, menjelaskan bahwa peringatan May Day tahun ini sengaja dikemas berbeda sebagai bentuk kontribusi nyata buruh kepada masyarakat.
“Momentum Hari Buruh tidak harus selalu diisi dengan tuntutan. Ada waktunya kita memperjuangkan hak, namun ada juga saatnya kita menunjukkan bahwa buruh mampu bersinergi, berdialog, dan memberikan kontribusi positif,” ungkap Syaiful.
Ia menambahkan, aksi bersih-bersih lingkungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan SPSI. Pada tahun sebelumnya, SPSI juga telah melakukan kegiatan penanaman mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa buruh juga hadir sebagai bagian dari solusi. Tahun ini kami berbuat dengan membersihkan sampah, dan sebelumnya kami menanam mangrove,” jelasnya.
Aksi ini pun menjadi momen bersejarah yang menunjukkan bahwa peringatan Hari Buruh dapat diisi dengan kegiatan produktif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat


0 Comments