Duri, Mandau – Dunia pendidikan di Kecamatan Mandau kembali menjadi perhatian publik. Kali ini sorotan tertuju kepada salah satu sekolah favorit di Kabupaten Bengkalis, yakni SMAN 2 Mandau, terkait dugaan kurangnya etika pelayanan terhadap masyarakat yang datang untuk menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan mengenai proses Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara daring.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (18/06), saat seorang orang tua calon murid bersama awak media mendatangi sekolah guna memperoleh informasi dan klarifikasi terkait mekanisme penerimaan siswa baru yang tengah berlangsung.
Namun, kedatangan mereka disebut tidak mendapat sambutan yang diharapkan. Kepala SMAN 2 Mandau, Alfian Lubis, S.Pd., M.M., saat itu dikabarkan sedang memiliki agenda lain sehingga pertemuan berlangsung dalam waktu yang sangat terbatas.
Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, kepala sekolah menyampaikan bahwa dirinya sedang memiliki kesibukan dan telah ditunggu untuk menghadiri agenda bersama Camat Mandau. Dalam kondisi tersebut, komunikasi yang terjalin dinilai kurang optimal sehingga menimbulkan kesan kurang nyaman bagi pihak yang datang.
"Maaf, saya sedang sibuk dan sudah ditunggu Pak Camat Mandau. Saya tidak ada waktu karena sedang terburu-buru," demikian keterangan yang disampaikan saat itu menurut pihak yang hadir.
Meskipun setiap pejabat publik memiliki agenda dan tanggung jawab yang harus dijalankan, sejumlah pihak menilai bahwa komunikasi yang lebih baik dan pelayanan yang lebih humanis tetap perlu dikedepankan, terlebih di lingkungan pendidikan yang sejatinya menjadi contoh dalam membangun karakter, etika, serta budaya saling menghormati.
Sebagai pemimpin lembaga pendidikan, kepala sekolah tidak hanya dituntut memiliki kemampuan manajerial, tetapi juga diharapkan mampu menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai pendidikan, seperti kesabaran, keterbukaan, keramahan, dan penghargaan terhadap masyarakat yang datang untuk mendapatkan informasi.
Kritik yang muncul bukan semata-mata ditujukan kepada pribadi seseorang, melainkan sebagai bentuk evaluasi terhadap kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan. Masyarakat berharap sekolah sebagai institusi yang mencetak generasi penerus bangsa dapat menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang santun, transparan, dan berorientasi pada pelayanan.
Terlebih lagi, proses penerimaan siswa baru merupakan momentum yang sangat penting bagi para orang tua dan calon peserta didik. Oleh karena itu, segala bentuk komunikasi yang baik antara pihak sekolah dan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah diharapkan dapat memberikan penjelasan lebih lanjut guna memperoleh informasi yang berimbang serta menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat. Kritik yang disampaikan hendaknya menjadi bahan evaluasi bersama demi terciptanya pelayanan pendidikan yang semakin profesional, humanis, dan berintegritas di Kabupaten Bengkalis.(Sht)

0 Comments