GENCARNEWS.COM, SUNGAI PENUH. Seni budaya Jaran Kepang atau yang akrab di sebut dengan Kuda Kepang, adalah sebuah seni budaya yang asalnya dari daerah Ponorogo Jawa Timur. Seni budaya Kuda Kepang sangat terkenal hingga ke penjuru nusantara, mungkin karena uniknya seni budaya Kuda Kepang maka banyak masyarakat Indonesia menyukainya.
Keunikan seni budaya Kuda Kepang itu di antaranya adalah pemainnya yang mau memakan kaca serta memakan benda lainnya yang tidak lazim di makan oleh manusia biasa, serta keunikan lain adalah pementasan seni budaya Kuda Kepang yang di nilai beraroma mistis. Hal inilah yang membedakan seni budaya lainnya dengan seni budaya Kuda Kepang, sehingga seni budaya ini memiliki keunikan tersendiri.
Pertumbuhan seni budaya Kuda Kepang bukan cuma tumbuh kembang di pulau jawa, akan tetapi juga berkembang sampai ke pulau Sumatera, khususnya di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.
Di Kota Sungai Penuh seni budaya Kuda Kepang berkembang sejak zaman turun temurun di desa Sungai Ning, Kecamatan Sungai Bungkal.
Bahkan di Sungai Ning seni budaya Kuda Kepang ini sudah lama memiliki sanggar seni, yang namanya adalah sanggar seni budaya " Mergo Tresno" yang sekarang di ketuai oleh feri Yanto serta dewan pembina Sugeng dan sesepuh jawa lainnya yang ada di desa Sungai Ning.
Sugeng saat di wancarai media mengatakan," seni kuda kepang adalah salah satu budaya yang ada di Sungai Penuh yang harus kita lestarikan bersama. Di sanggar "Mergo Tresno" ini bukan cuma seni budaya Kuda Kepang saja yang ada, tapi juga kami kembangkan tari tarian serta seni budaya jawa lainnya.
Memang masih banyak kekurangan terutama di segi alat musik serta pakaian seni budaya lainnya. Dan kami sudah mengajukan proposal ke dinas Pariwaisata Kota Sungai Penuh supaya di bantu kekurangan kebutuhan sanggar seni budaya "Mergo Tresno" semoga dinas Pariwisata mengabulkan proposal kami, sehingga seni budaya jawa bisa semakin kita kembangkan di Kota Sungai Penuh," ungkap Sugeng.
Boby Arisandi Plt. Kadis Pariwisata saat di konfirmasi tentang proposal sanggar seni " Mergo Tresno" membenarkan bahwa proposalnya sudah masuk ke dinas Pariwisata, Insya Alloh tahun anggaran 2023 kita kabulkan, karena itu sudah menjadi komitmen Bapak Walikota dan kita bersama untuk mengembangkan seni budaya yang ada di Kota Sungai Penuh termasuk seni budaya jawa, kata Boby Arisandi.( Heru)


0 Comments