GENCARNEWS.COM, LINGGA – Kondisi ambulans Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, dinilai tidak layak digunakan dan sangat memprihatinkan. Hal ini menjadi perhatian serius Satriyadi, seorang tokoh masyarakat sekaligus aktivis LSM LAMI (Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia) Lingga.
"Berdasarkan laporan masyarakat serta hasil investigasi kami di lapangan (10/01/2025), kondisi ambulans milik RSUD Dabo Singkep dengan nomor polisi BP 103 L sangat memprihatinkan dan mengkhawatirkan ketika digunakan untuk menjemput atau mengantar pasien," ujar Satriyadi.
Menurutnya, ambulans tersebut sudah seharusnya diganti. "Kami menemukan banyak kerusakan, seperti korosi atau karat pada bagian lantai di dalam mobil, serta kondisi pintu yang sudah tidak layak. Sepengetahuan saya, ambulans ini sudah digunakan sejak RSUD Dabo Singkep masih berstatus sebagai puskesmas," ungkapnya.
Satriyadi mendesak pemerintah Kabupaten Lingga dan pihak terkait, termasuk bupati dan wakil bupati yang terpilih nantinya, untuk segera menanggapi masalah ini. Ia berharap ada pengadaan ambulans baru guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
"Jika ambulans ini terus digunakan, saya khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, apalagi ambulans BP 103 L ini juga tidak dilengkapi dengan peralatan medis standar," tegasnya.
Menanggapi hal ini, Direktur RSUD Dabo Singkep, Dr. Roni, membenarkan bahwa kondisi ambulans BP 103 L memang memprihatinkan. Ia mengaku pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mendapatkan penggantian ambulans, namun hingga kini belum berhasil.
"Kami telah berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan ambulans baru. Namun, prosesnya tidak mudah," kata Dr. Roni.
Ketika ditanya mengapa RSUD tidak memanfaatkan anggaran dari Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), mengingat RSUD Dabo Singkep kini berstatus BLUD, Dr. Roni menjelaskan bahwa pendapatan RSUD masih sangat terbatas.
"RSUD Dabo Singkep belum memiliki pendapatan yang maksimal seperti RSUD lainnya, meskipun berstatus BLUD. Pendapatan kami belum sebanding dengan pengeluaran operasional, sehingga anggaran BLUD tidak cukup untuk membeli ambulans baru," jelasnya.
Dengan kondisi ini, masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki fasilitas kesehatan di RSUD Dabo Singkep demi keselamatan dan kenyamanan pasien.
(Sy)

0 Comments