GENCARNEWS.COM, BATAM – BUCK JUMP GAMES CITY yang berlokasi di One Batam Mall, Kecamatan Batam Kota, diduga kuat menjadi tempat praktik perjudian terselubung dengan modus Gelanggang Permainan (Gelper).
Berdasarkan pantauan langsung wartawan di lokasi pada Senin, 2 Februari 2025, arena permainan tersebut tampak ramai dikunjungi para pemain yang mencoba peruntungan dengan berbagai mesin permainan. Beberapa jenis mesin yang tersedia di antaranya mesin tembak ikan, mesin tebak angka atau yang dikenal dengan Bubble, serta berbagai permainan lainnya yang diduga dimanfaatkan sebagai sarana perjudian.
Modus operandi perjudian di tempat ini terbilang rapi. Pemain membeli koin untuk memasukkan kredit ke dalam mesin permainan. Jika menang, pemain akan mendapatkan kredit yang bisa ditukarkan dengan voucher. Voucher ini kemudian dapat ditukar dengan barang, seperti rokok Sampoerna, di mana satu slop rokok dihargai Rp 340.000. Penukaran barang tersebut diduga dilakukan di area parkir sebelah kanan BUCK JUMP GAMES CITY, yang diduga telah disediakan oleh pihak manajemen.
Seorang pemain yang ditemui di lokasi mengaku mengalami kekalahan hingga Rp 5 juta dalam satu hari.
"Dari siang saya main di permainan Bubble, sudah kalah Rp 5 juta. Sepertinya hari ini saya memang lagi sial," ujarnya.
Ia juga mengaku sulit menghentikan kebiasaan bermain meskipun sering merugi. Pemain tersebut berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan untuk menghentikan praktik perjudian terselubung ini, yang dinilai bisa merusak perekonomian masyarakat.
Dugaan aktivitas perjudian di Gelper ini jelas bertentangan dengan instruksi tegas dari Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolri telah sejak lama mengeluarkan perintah untuk memberantas segala bentuk tindak pidana perjudian. Ia juga menegaskan tidak akan menoleransi keterlibatan aparat Polri dalam praktik ilegal tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan perjudian di BUCK JUMP GAMES CITY. Masyarakat Batam kini menunggu langkah tegas aparat dalam menindaklanjuti laporan ini.

0 Comments