-->

Oknum Pemborong di Batam Diduga Tipu Pembayaran Ready Mix, Korban Merasa Dirugikan



GENCARNEWS.COM, BATAM – Seorang pemborong bangunan di Kota Batam, Suemanto, yang berdomisili di Piayu, Kecamatan Sei Beduk, diduga menipu pembayaran ready mix (beton cair) untuk proyek pembangunan rumah. Dugaan tersebut mencuat setelah salah seorang Ketua RT, Tonny Alfonso Napitupulu, yang menjadi penjamin pemesanan ready mix, merasa dirugikan atas janji pembayaran yang tak kunjung direalisasikan.

Tonny menjelaskan, dirinya hanya berniat membantu Suemanto untuk menjamin pemesanan ready mix dari salah satu perusahaan pada 20 Januari 2025, dengan kesepakatan pembayaran dalam waktu tiga hari. Namun hingga kini, pembayaran tersebut belum juga dilunasi.

"Saya hanya ingin membantu, tapi malah nama baik saya tercoreng. Sudah berkali-kali saya tagih, tapi dia selalu mengelak dan berjanji akan membayar. Ini ada rekaman suara buktinya. Silakan hubungi langsung, ini nomor teleponnya," ujar Tonny saat ditemui awak media di salah satu kedai kopi di kawasan Piayu, Kamis (28/2).

Menanggapi tuduhan tersebut, Suemanto saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp membantah jika dirinya berniat melarikan diri. Ia berdalih, keterlambatan pembayaran terjadi karena pemilik rumah yang memesan jasanya belum membayar hasil pekerjaannya.

"Kalau dibilang saya lari, itu tidak benar. Saya juga masih menunggu pembayaran dari pemilik rumah yang hingga sekarang belum melunasi sepeser pun. Saya sudah berkoordinasi dengan pihak marketing ready mix untuk sama-sama menagih ke pemilik rumah tersebut," jelas Suemanto.

Namun, pemilik rumah bernama Maria saat dikonfirmasi memberikan keterangan berbeda. Menurutnya, ia merasa dirugikan karena kualitas pekerjaan Suemanto tidak sesuai dengan kesepakatan.

"Saya bukannya tidak mau bayar, tapi Suemanto sudah mengambil uang Rp 130 juta. Yang bekerja juga hanya anak buahnya, dia jarang datang ke lokasi. Besi yang dipasang untuk lantai dua pun hanya besi ukuran 6, padahal seharusnya besi 10 biar kuat. Kalau sampai rumah ini roboh, siapa yang mau tanggung jawab? Saya tetap akan bayar langsung ke kantor ready mix kalau ada sisa, tapi ini tanggung jawab pemborong, bukan saya," tegas Maria.

Kasus ini masih terus bergulir, sementara kedua belah pihak saling melempar tanggung jawab. Pihak perusahaan ready mix juga diminta transparan terkait pembayaran dan alur pemesanan demi menghindari kesalahpahaman.

(Sandi Jambak)

0 Comments