-->

180 KK di Kelurahan Pauh Terdampak Banjir, Bantuan Masih Minim



GENCARNEWS.COM, SAROLANGUN – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sarolangun, Jambi, menambah derita masyarakat di tengah bulan suci Ramadan. Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh, akibat luapan Sungai Tembesi yang merendam puluhan rumah warga.

Sebanyak 180 kepala keluarga (KK) dari tujuh rukun tetangga (RT) terdampak banjir ini. Ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai dua meter, membuat sebagian besar warga terpaksa mengungsi, sementara lainnya bertahan di lantai atas rumah atau membuat pondok darurat.

Lurah Pauh, Yuli, membenarkan bahwa banjir melanda warganya sejak lima hari terakhir. Hingga kini, belum ada tanda-tanda air akan surut.

"Total ada 180 KK terdampak dari tujuh RT, yakni RT 04, RT 15, RT 06, RT 07, RT 14, RT 08, dan RT 10," ujar Yuli melalui pesan WhatsApp, Kamis (7/3/2025).

Meski banjir sudah berlangsung hampir sepekan, bantuan yang diterima warga masih sangat minim. Yuli menyebut, hingga saat ini bantuan baru datang dari Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun beserta Forkopimda saat melakukan kunjungan pada Kamis (6/3).

Bantuan tersebut berupa logistik untuk dapur umum, namun karena jumlah warga terdampak cukup banyak, bantuan tersebut langsung dibagikan agar dapat dirasakan seluruh masyarakat.

"Kami bagikan langsung kepada warga agar mereka bisa menerima bantuan, apalagi ini bulan puasa. Tapi bantuan yang masuk memang masih sangat terbatas," tambah Yuli.

Salah satu warga terdampak, I (45), berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan para dermawan.

"Dulu bantuan tidak hanya dari pemerintah, tapi juga dari swasta. Sekarang hampir tidak ada. Kami sangat berharap ada bantuan tambahan karena kebutuhan semakin mendesak," ujarnya.

Hingga saat ini, debit air di Kelurahan Pauh masih terus meningkat, menambah kekhawatiran masyarakat yang terdampak. Warga berharap pemerintah daerah, provinsi, hingga pihak swasta segera turun tangan membantu meringankan beban mereka.

0 Comments