-->

Iklan

Advertise with Anonymous Ads"/>

PT Pelni Jual Tiket Non-Seat Rute Medan–Jakarta, Penumpang Terpaksa Tidur di Bawah Tangga Selama 3 Hari 3 Malam

Fir Conet
Tuesday, January 20, 2026, January 20, 2026 WIB Last Updated 2026-01-20T11:31:45Z

 


GENCARNEWS.COM, MEDAN – Pelayanan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, kebijakan penjualan tiket non-seat untuk rute Belawan (Medan)–Tanjung Priok (Jakarta) dengan durasi perjalanan mencapai 3 hari 3 malam dinilai sangat tidak manusiawi dan membahayakan kondisi penumpang, Selasa (20/01/2026).


Meski kapasitas kapal disebut telah penuh, PT Pelni tetap menjual tiket tanpa tempat duduk (non-seat), sehingga banyak penumpang terpaksa menjalani perjalanan panjang tanpa kepastian tempat istirahat yang layak. Bahkan, sebagian penumpang dilaporkan harus tidur di area tangga kapal yang menjadi lalu lintas keluar-masuk penumpang lainnya.



Salah seorang penumpang tujuan Belawan–Tanjung Priok berinisial RY mengaku sangat kecewa dan geram atas pelayanan yang diterimanya. Ia menilai kebijakan tersebut sama sekali tidak mempertimbangkan aspek keselamatan, kesehatan, dan kemanusiaan penumpang.


“Kalau perjalanan Medan–Batam tanpa seat mungkin masih bisa ditoleransi karena hanya satu hari satu malam. Tapi ini Medan–Jakarta yang memakan waktu tiga hari tiga malam. Kenapa Pelni tetap memaksakan menjual tiket kalau memang kapasitas sudah penuh?” ujar RY dengan nada kesal.


Menurut RY, kondisi di atas kapal sangat memprihatinkan. Penumpang non-seat kesulitan mencari tempat untuk sekadar beristirahat, baik di dek maupun di area kabin. Bahkan, beredar informasi bahwa sejumlah penumpang tidak kebagian matras.


“Ini sama saja seperti membunuh penumpang secara perlahan. Tiket dijual non-seat, tapi tidak ada tempat istirahat. Ada yang tidur di bawah tangga, ada yang bahkan tidak kebagian matras. Ini benar-benar tidak manusiawi,” tegas RY.


RY yang juga merupakan Pimpinan Umum Media RBNnews.co.id menyebut dirinya telah berupaya menyampaikan langsung keluhan tersebut kepada Kepala Operasional PT Pelni Cabang Medan, Suharto. Namun, ia mengaku tidak mendapatkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi.


“Saya sudah temui langsung Kepala Operasional Pelni Cabang Medan, Suharto. Saya jelaskan bahwa tiket saya beli secara online dan tidak ada keterangan bahwa itu non-seat. Saya sampaikan juga bahwa untuk mencari tempat istirahat pun sangat sulit. Tapi tidak ada solusi yang diberikan,” ungkapnya.


Bahkan, lanjut RY, dirinya hanya diarahkan untuk membeli tiket kelas yang lebih mahal. Ironisnya, ketika dicek dalam sistem, seluruh tiket kelas tersebut telah habis terjual.


“Saya bilang kalau memang bisa upgrade, saya siap. Tapi faktanya, semua sudah penuh. Tidak ada solusi sama sekali. Kalau sejak awal tertulis non-seat, tentu saya tidak akan beli. Ini sama saja menyengsarakan diri menempuh perjalanan tiga hari tiga malam tanpa tempat duduk dan sulit tidur,” tambahnya.


Atas kejadian tersebut, RY mendesak Direktur Utama PT Pelni agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penjualan tiket dan pelayanan penumpang. Ia juga meminta DPR RI turun tangan melakukan pengawasan agar kejadian serupa tidak terus berulang.


“Kalau tiket sudah habis, jangan lagi menjual tiket non-seat. Sangat tidak manusiawi penumpang harus tidur di tangga yang jadi tempat lalu lalang orang. Apalagi harga tiketnya sama dengan penumpang yang mendapatkan seat,” tegas RY yang juga dikenal sebagai Aktivis Pemerhati Kebijakan Publik.


Ia menambahkan, penumpang non-seat membayar tarif yang sama namun tidak memperoleh hak dasar berupa tempat duduk dan ruang istirahat yang layak.


“Saya berharap DPR RI memantau serius pelayanan PT Pelni. Jangan sampai warga negara sendiri diperlakukan seperti ini. Bayar sama, tapi tidur di bawah tangga, itupun kalau cepat dapat tempat. Kalau tidak, bisa dipastikan tidak bisa istirahat sama sekali,” pungkasnya.


Keluhan serupa juga disampaikan penumpang lain yang mengaku pernah mengalami perjalanan Jakarta–Medan tanpa seat. Ia menuturkan selama tiga hari perjalanan hampir tidak bisa tidur karena harus beristirahat di area tangga yang selalu ramai dilalui penumpang lain.


“Saya pernah merasakan hal yang sama. Tiga hari tidak bisa istirahat dengan layak. Padahal bayarnya sama dengan penumpang yang dapat tempat duduk,” tutupnya dengan nada kecewa.


Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT Pelni terkait keluhan para penumpang tersebut. (Red)

Komentar

Tampilkan

  • PT Pelni Jual Tiket Non-Seat Rute Medan–Jakarta, Penumpang Terpaksa Tidur di Bawah Tangga Selama 3 Hari 3 Malam
  • 0

Terkini